Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang terus menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam arahannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Prabowo menyoroti kontradiksi sikap masyarakat dan para pakar yang justru lebih vokal mengkritik program kesejahteraan pangan ketimbang menyoroti kebocoran kekayaan negara yang masif.
Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama sebuah peradaban. Menurutnya, kemampuan sebuah negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyatnya, yakni pangan, merupakan indikator keberhasilan yang mutlak. Ia menekankan bahwa tidak ada peradaban manusia yang mampu bertahan jika tidak mampu memenuhi kebutuhan perut masyarakatnya, sehingga pemenuhan gizi melalui program MBG adalah langkah krusial bagi masa depan bangsa.
Lebih lanjut, Presiden menyayangkan adanya tudingan pemborosan terhadap program yang ditujukan untuk anak-anak, ibu hamil, hingga lansia tersebut. Ia merasa heran mengapa upaya pemerintah dalam memastikan gizi anak sekolah dan stabilitas harga pangan justru mendapat serangan, sementara fenomena kebocoran kekayaan negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun seolah luput dari perhatian.
‘Ribuan triliun yang menguap dari bumi Indonesia selama 34 tahun, tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,’ ujar Prabowo dengan nada geram. Ia berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan pupuk yang terjangkau bagi petani serta memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak melalui program pemerintah tersebut.