Sosial

28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan

JAKARTA — Pemuda Patriot Nusantara bersama Digdaya Indonesia menggelar Dialog Pemuda bertajuk “28 Tahun Reformasi: Perjuangan Masa Lalu, Kini, dan Esok” di Upnormal Tebet, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengevaluasi perjalanan Reformasi sekaligus memperkuat komitmen dalam mengawal demokrasi, penegakan hukum, dan kesejahteraan sosial.

Dialog yang diikuti puluhan peserta itu menghadirkan perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok aktivis. Sejumlah organisasi yang hadir antara lain HMI, KAMMI, LMND, dan KMHDI.

Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, menegaskan bahwa generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam perjalanan sejarah Indonesia.

“Reformasi telah memberikan ruang kebebasan berpendapat dan berdemokrasi yang harus terus kita rawat bersama. Pemuda hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan arah bangsa tidak menyimpang dari cita-cita Reformasi 1998,” kata Andi.

Ia mengatakan, kolaborasi Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia diharapkan dapat membangkitkan kembali daya kritis serta kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menyampaikan bahwa Reformasi telah membawa sejumlah perubahan penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Selain memperluas kebebasan berpendapat, Reformasi juga membuka ruang bagi lahirnya pemimpin-pemimpin daerah yang kemudian memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik nasional.

Direktur AEPI, Salamudin Daeng, menambahkan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berlandaskan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap negara. Menurutnya, generasi muda perlu terus mengawasi tata kelola pemerintahan agar tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

“Berbagai persoalan dalam tata kelola pemerintahan harus terus dikawal dan diluruskan. Perjuangan mahasiswa harus tetap berpijak pada kepentingan bangsa dan rakyat,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, Pemuda Patriot Nusantara dan Digdaya Indonesia menyerukan kepada seluruh elemen pemuda agar terus menjaga persatuan, ketertiban, dan keamanan nasional.

Kedua organisasi tersebut juga mengingatkan agar dinamika yang terjadi di antara institusi penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Kepolisian, tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kejaksaan dan Kepolisian diharapkan tetap solid, profesional, dan bersinergi dalam menjaga stabilitas nasional serta menciptakan Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.